Di Gunung Bromo Mengejar Sunrise

Di Gunung Bromo Mengejar Sunrise

Gunung Bromo nyata salah satu kesukaan di bumi. Keelokan pemandangannya tidak takluk dengan Pegunungan Himalaya di Nepal. Opini itu terbongkar dari pengalaman turis asing yang dituangkan dalam catatan di web Travelhysteria.

“ Tempat ini( Bromo) nyata ialah salah satu tempat kesukaan kita di dunia, serupa dengan panorama alam Himalaya di Nepal… Kita sudah memandang banyak tempat yang luar biasa namun Bromo nyata ialah salah satu kesukaan kita,” kata Enrico serta Zuzana, pendamping travelers asing kombinasi Italia– Slowakia itu.

Melihat sunrise dari pucuk busut Pananjakan hendak jadi pengalaman yang luar biasa. Kemudian kala mentari mulai naik, berdirilah di Busut Cinta. Hingga hendak nampak pucuk Bromo serta 2 gunung berkobar yang berbanjar di dekatnya- Semeru serta Tengger- nampak terletak di dasar kaki kita. Serta awan awan yang menyelimuti pucuk gunung- gunung itu, serasa membuat kita semacam lagi terletak di negara di atas awan.

Pasir berbisik, busut savana hijau semacam di film kanak- kanak Teletubies terhampar bagus. Berikutnya, kawah Bromo. Naiklah, kemudian dengarkan gemuruh suara kawah gunung berkobar aktif itu. Tetapi ingat, janganlah sekali- kali turun mendekati dasar kawah. Beresiko!

Spot- spot di atas amat Instagramable. Spot yang lain, merupakan Busut Kingkong, Busut Widodaren, Pura Adiluhung Poten, Busut B29 Argosari Lumajang, Dusun Ranu Pane, Air Turun Coban Pelangi( dari arah Menumpang Apes), serta Air Turun Madakaripura( Arah Probolinggo).

Mobil jeep hardtop dengan juru mudi yang memiliki keterampilan tingkatan dewa bisa Kamu carter buat berkelana ke spot- spot itu. Kapasitas penumpang maksimal 6 orang. Harga persewaan mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 1 jutaan, tergantung pada spot- spot yang hendak didatangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *