Kuliner Lintas Generasi di Semarang Pasar Semawis

Kuliner Lintas Generasi di Semarang Pasar Semawis – Pasar Semawis adalah keliru satu surganya kuliner Semarang yang populer. Jika Anda tengah bertualang ke kota yang dikenal bersama lumpia ini, jangan sampai tidak singgah ke pasar Semawis.

Anda akan bersama gampang mendapatkan ragam sajian makanan kaki lima di pasar Semawis. Uniknya, tak hanya makanan tradisional, makanan khas Semarang yang dijajakan di sini. Anda bisa mencicipi pisang plenet khas Semarang, nasi ayam, es puter, kue serabi, aneka sate, bubur kacang sampai menu-menu steamboat yang menggugah selera.
Pasang Bola
Berbagai minuman dan makanan gampang juga bisa dijumpai di sini layaknya wedang ronde, wedang kacang tanah, aneka teh bersama berbagai jenama tempo dulu.

Tentu tak ketinggalan berbagai ikon kuliner tersohor dari Semarang pastinya tak luput layaknya lumpia, paham bakso dan petis, paham gimbal.

Ada juga aneka pilihan makanan kekinian layaknya martabak aneka rasa, churos, juga susu kocok (milk shake) tersaji di sini.

Tak hanya itu, kuliner yang dihidangkan pun dari berbagai area Indonesia sampai Asia. Di sini Anda bisa mendapatkan pempek Palembang, siomay dan batagor Bandung, gudeg widjilan Yogyakarta, sampai pisang ijo khas Makasar.

Pasar yang dikenal nama warung Semawis ini adalah pasar malam di area pecinan Semarang.

Dilansir dari Wikipedia, pasar ini awalnya merupakan inspirasi dari perkumpulan Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata).

Ketika Anda menginjak kaki di pasar Semawis, suasana budaya Tionghoa bercampur bersama sentuhan Jawa akan kental terasa. Ketika memasuki gerbang, akan nampak lampion-lampion di depan ruko-ruko yang berderet sepanjang jalan.

Lalu lalang becak yang mengantarkan penumpang menuju kios di pasar ini pun meramaikan menambah keramaian.

Melansir Kompas, pasar Semawis memang pas dijadikan destinasi kuliner. Khususnya untuk Anda pencinta makanan.

Anda bisa memulai perjalanan dari awal gerbang ke ujung jalan Pasar Malam Semawis tersebut.

Ada lebih dari 100 stan yang berdiri tawarkan aneka jajanan di jalan sepanjang kira-kira 200 meter. Anda akan menemui melalui berbagai generasi di pasar ini. Tua, dewasa, remaja dan anak-anak jadi pengunjung di pasar yang berada di jalan Gang Warung.

Ketika Anda berada di sini, panorama menarik bisa disaksikan, kalau penataan makanan kaki lima tradisional Semarang yang hampir hilang, layaknya es hawa dan pisang plenet yang dijajakan berdekatan bersama makanan kekinian.
Hiburan dan klenteng

Pasar Semawis dikenal sebagai pasar malam. Tapi itu bukan berarti Anda hanya bisa singgah pada malam hari.

Pada pagi dan siang hari pun tak ada salahnya berkunjung ke pasar Semawis. Ada bisa bertualang dan berkeliling dan melihat sisa-sisa keindahan area Pecinan yang punyai banyak klenteng. Masing-masing klenteng di kawasan Pecinan Semarang punyai keunikan dan nilai sejarah yang tinggi.

Beberapa klenteng berikut kalau Klenteng Tay Kak Sie yang terdapat di Gang Lombok. Ada lagi Klenteng Siu Hok Bio (1753) di Jalan Wotgandul Timur, Klenteng Liong Hok Bio di Gang Pinggir, Klenteng Tek Hay Bio, Klenteng Hoo Hok Bio (1792), Klenteng Tong Pek Bio, Klenteng Kong Tik Soe di Jalan Gang Pinggir, Klenteng Wie Wie Kiong dan Klenteng See Hoo Kiong di Jalan Sebandaran I, dan Klenteng Grajen.

Perjalanan wisata bisa dilanjutkan bersama menikmati hiburan layaknya karaoke. Di pasar Semawis memang ada tenda khusus “karaoke jalanan” yang bisa diikuti oleh siapa saja. Umumnya peserta karaoke adalah mereka yang fasih menyanyikan lagu-lagu Mandarin dan generasi tua. Lantunan lagu-lagu Mandarin ini menambah khas suasana santap di area Pecinan pasar Semawis.

Jadi tak hanya pasar malam yang dipenuhi bersama aneka jajanan menggiurkan, kawasan ini juga kaya bersama peninggalan budaya yang menarik juga untuk dikunjungi.

Pasar Semawis hanya ada di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, mulai pukul 18.00 sampai 23.00 WIB. Pagi di hari kerja kawasan ini jadi pasar yang sediakan berbagai bahan makanan dan sayuran.

Mencapai pasar Semawis caranya lumayan mudah. Kawasan ini hanya berjarak kira-kira lima kilometer dari Simpang Lima Semarang. Setelah lewat Jalan Gajah Mada hingga, sesudah itu ada perempatan besar pertama, belok kanan, mengikuti jalan berikut sampai bertemu bersama gerbang Semawis.

Jika mengfungsikan motor, Anda bisa menelusuri samping sungai sampai masuk area pecinan, dan Pasar Semawis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *