Tempat Wisat Candi Muara Jambi Yang Mengagumkan Beserta Sejarahnya

Tempat Wisat Candi Muara Jambi Yang Mengagumkan Beserta Sejarahnya

Selain Danau Tujuh dan Gunung Kerinci, Candi Muaro Jambi termasuk merupakan keliru satu tempat wisata di Jambi yang terkenal. Candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini diketahui sebagai komplek candi terluas di Indonesia. Ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)

Tempat Wisat Candi Muara Jambi Yang Mengagumkan Beserta Sejarahnya

Banyak artefak peninggalan Kerajaan Sriwijaya ditemukan di kira-kira komplek candi Muaro Jambi. Banyak orang percaya tetap banyak ulang yang belum ditemukan.

Alamat Komplek Candi Muaro Jambi terletak di Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Sekitar 1 jam berasal dari Kota Jambi bersama dengan jarak kira-kira 26 kilometer. Harga tiket masuk di tahun 2012 adalah cuma Rp. 8.000.

Candi-candinya berada tidak jauh berasal dari aliran sungai Batanghari. Memiliki 61 candi yang udah termakan usia. Baru lebih dari satu yang udah selesai dipugar.

Juga ditemukan 85 buah ‘menapo’, reruntuhan candi yang tertimbun tanah.

Selain candi, termasuk ditemukan parit dan kolam. Fungsi parit untuk mengendalikan banjir dan sebagai jalan transportasi. Sedangkan kolam untuk menampung air. (Tolong diralat kecuali salah).

Jadi menurut cerita, komplek Candi Muaro Jambi ini ditemukan terhadap tahun 1823 oleh seorang Letnan Inggris S.C. Crooke. Dia tengah laksanakan pemetaan untuk kepentingan militer. Belakangan diketahui komplek candi ini duduki tempat seluas 260 hektar.

Sejarah Candi Muaro Jambi
Para ahli memperkirakan komplek candi ini berasal berasal dari abad ke-11 (kesebelas) Masehi.meskipun tersedia lebih dari satu bangunan Hindu, Agama Budha menjadi ciri khas /dominan di Candi Muaro Jambi.

Banyak ditemukan peninggalan kuno berasal dari China, menandakan kecuali pernah tempat berikut menjalin jalinan bersama dengan lebih dari satu dinasti China. Sebuah gong perunggu bersama dengan pahatan tulisan China yang ditemukan, menurut penelitian berasal berasal dari abad ke-11 dan ke-12. Saat itu merupakan pemerintahan Dinasti Song.

Selain itu, tersedia termasuk gunung kecil buatan manusia yang oleh penduduk setempat disebut Bukit Sengalo atau Candi Bukit Perak.

Bang Burjo yang menemani kunjungan kami pas itu bercerita, komplek candi ini menjadi komplek pusat pendidikan agama Buddha di pas itu. Agama Buddha Tantrayana dikira menjadi agama mayoritas.

Nah, di pas kerajaan Sriwijaya tengah jaya-jayanya terhadap tahun 784, mereka mengutus mahasiswa ke kampus di Nalanda India. Untuk kepentingan pendidikan tersebut, Sriwijaya apalagi sampai memicu 2000 (dua ribu) kamar dan satu perpustakaan di Nalanda, untuk mahasiswa asal Sriwijaya

Namun, Budha Dharma di India kelanjutannya kudu mengalami kehancuran gara-gara invasi berasal dari negara lain, Lalu Universitas Nalanda pun pindah ke Sriwijaya. Pinda ke komplek Candi Muaro Jambi ini.

Pemugaran Candi
Ada banyak sekali candi di komplek ini. Namun baru 9 (Sembilan) candi yang dipugar. Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedung Satu, Gedung Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano.

Saya dan kawan-kawan cuma sempat mengunjungi 3 candi yang ada. Kami kudu berjalan menyusuri jalan setapak. Mendatangi satu persatu 3 candi tersebut.

Di sepanjang jalan setapak, di kiri kanan kami banyak sekali bertebaran batu-batu bata. Bata-bata berumur ratusan tahun.

Wisata Sejarah Candi Muaro Jambi
Terus terang saja, pas ini aku udah lupa banyak cerita yang disampaikan oleh Bang Borju (Mukhti) di tahun 2011 lalu. Hanya lebih dari satu yang aku ingat.

Kami sempat diajaknya memasuki museum yang berada di dalam komplek. Di museum berikut terdapat arca batu, dan termasuk arca berasal dari batu bata. Ada termasuk gerabah dan keramik porselen.

Ada lempengan emas beraksara Jawa Kuno memuat mantra-mantra kepercayaan Budhisme. Ditemukan di gerbang Timur Candi Tinggi terhadap tahun 1984, pas dijalankan aktivitas pengupasan. Lempengan emas berikut berukuran 12,5 cm x 4,2 cm. Beratnya 7,82gram.

Di museum tersebut, aku baru sadar kecuali di Jambi termasuk punya aksara. Dikenal bersama dengan nama Aksara Incung atau Aksara Kerinci. Di Indonesia cuma lebih dari satu tempat yang diketahui membawa aksara sendiri. Termasuk Lampung bersama dengan aksara Lampung.

Bang Borju termasuk bilang kecuali wisatawan sanggup berwisata menyusuri kanal-kanal kuno. Kanal-kanal berikut merupakan jalan yang menghubungkan jalan sungai untuk menuju komplek-komplek candi

Sayang sekali kami tidak sanggup berlama-lama di Jambi. Hanya lebih dari satu jam, kami kudu balik arah ulang ke Sumatera Selatan.

Padahal inginkan sekali coba kuliner khas Muaro Jambi dan menginap di tempat tinggal penduduk sekitar. Bang Borju bilang, untuk penginapan warga kira-kira siap mengimbuhkan tumpangan. Warganya ramah-ramah katanya.

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
Saat ini udah tersedia acara tahunan bertajuk Festival Candi Muarojambi. Pada Festival Candi Muarojambi 2017 di bulan Mei 2017, dibarengi bersama dengan perayaan Waisak.

Agenda tahunan berikut terdiri berasal dari rentetan aktivitas seni dan budaya yang sesuai bersama dengan kearifan lokal penduduk setempat.

Festival diselenggarakan bersama dengan obyek promosi agar Candi Muaro Jambi dikenal lebih luas oleh penduduk dan wisatawan. Dan untuk menambah tingkat kunjungan wisatawan ke Jambi.

Delapan bangunan candi udah dijalankan pemugaran dan pelestarian secara intensif oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi. Siap kami datangi dan kami pelajari sejarahnya.

Terima kasih bang Borju yang udah menemani kami dan menyatakan banyak perihal mengenai Candi Muaro Jambi. Lain pas aku muda-mudahan aku sanggup berkunjung lagi.

Candi ini tetap misteri buat saya, gara-gara belum banyak sadar dan belum banyak menggali lebih dalam cerita-cerita

Yuk kami ke Candi Muaro Jambi, lihat-lihat peninggalan kuno berupa candi, gerabah, kanal, kolam, dan sebaginya. Juga rasakan keramahan penduduk dan kuliner lokal di sana.

Terima kasih udah berkunjung ke travel blog aku 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *