Treking Mangrove, Pantai Anora

Liburan di Karimun Jawa telah merambah hari keempat. Hari teralhir ini kita habiskan buat rekreasi bumi. Jalan- jalan mendatangi Eco Darmawisata Mangrove aka Halaman Nasional Karimun Jawa, Tepi laut Anora, Busut Love serta Monumen Karimun Jawa. Nah saat sebelum ekplorasi diawali, pengemudi mobil sewaan aku perintah buat menjemput Ana serta Mr. Paul terlebih dahulu, sementara

kita wajib berbenah buat memindahkan koper sebab telah tidak menginap lagi di Penginapan CocoHut. Bertepatan kamar disini cocok hari terakhir ini sdh full booked, serta alibi yang kedua kita wajib beralih ke hotel yang dekat dengan dermaga Karimun Jawa biar keesokan paginya tidak butuh tergesa- gesa buat mengejar kapal, terlebih kita berarti buat kembali ke Jepara memakai kapal kilat Dahulu kala Express yang telah dapat melaut lagi serta cuma terdapat sekali pelayaran tiap harinya.

Sehabis meninjau homestay sana- sini, kesimpulannya opsi jatuh ke homestay Sadewo. Tidak hanya bersih serta murmer, posisinya amat deket dermaga, dapat dijangkau lumayan dengan jalur kaki. Selanjutnya aku mau membeli karcis kepulangan memakai kapal Dahulu kala Express, tak nyangka sang pengemudi menyeletuk, berkata kalau buah hatinya ia kegiatan di kantor perwakilan pemasaran karcis kapal Dahulu kala Express, Karimun Jawa. Astaga bertepatan sekali pikirku. Apik, hahaha belum pula, nyatanya hari itu kantornya sedang tutup sebab terdapatnya adat- istiadat keramaian” Lomban”. Ini ialah pestanya para nelayan, ialah membuang sesajen di lautan bebas dengan memakai perahu- perahu yang telah dihias menarik. Keramaian ini memiliki arti bagaikan perkataan terima kasih atas berkah yang diperoleh oleh nelayan. Lazim dilaksanakan sepekan sehabis Hari Idul Fitri. Umumnya dilaksanakan di tepi laut Tanjung Gelam. Cocok ditelpon, buah hatinya memberitahu jika karcis kapalnya tidak dapat direservasi( ketentuan industri) serta wajib beli pada hari yang serupa, nah ini yg buat gelisah. Tetapi dapat nitip dibelikan besoknya cocok buka.

Gapura pintu masuk Halaman Nasional Karimun Jawa

Ekspedisi diawali, tempat awal yang kita menuju menentang merupakan Halaman Nasional Karimun Jawa. Trekking Mangrove ini terdapat di sisi utara( Pulau Kemujan), yang jaraknya 18 kilometer ataupun dekat 30 menit dari pusat Kota Karimun Jawa. Terkini ditetapkan dekat bulan Mei 2012. Di dalam mari kita dapat jalur bebas sembari menikmati bebauan dedaunan hutan bakau. Janganlah kurang ingat olesi tubuh dengan lotion kontra nyamuk. Buat karcis masuk, kita lumayan merogoh Rp. 5000 saja. Jam buka tiap hari dari jam 08. 00 sampai 17. 00 Wib.

Ekonomis hidup oye…

Obyek darmawisata Mangrove ini baik pula loh, bikin jalur jalur segar terlebih hari sedang pagi. Kita berjalan kaki menjajaki arah yang terpajang di mapnya, hingga datang di tower pemantau( Bird Watching), sembari sekali- sekali rehat di pondok stasiun. Datang di tower pemantau, hendaknya naik ke atas tower biar dapat memandang panorama alam bebas. Alamak view- nya, buagusss dech. Menikmati mentari terbenam dapat pula dicoba di tower yang pula diucap Sunset Zona( Graf F).

Mejeng dahulu saat sebelum trekking

Dengan besar zona dekat 10 hektar, serta rute trekkingnya sendiri panjangnya 2 kilometer serta dibuat dari kediaman kusen yang berkelok- kelok, nah loh. Tetapi janganlah kuatir membegari rute trekking hendak terasa sesaat bila dibarengi dengan melayangkan pandang kecantikan hutan mangrove ini, suara- suara kicauan kukila, dersik angin serta yang nyata janganlah sangat petang jika ingin kesini jika tak ingin kena mencucup nyamuk- nyamuk bandel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *